La Vie En Rose

Lifestyle. Motherhood. Beauty.

Tuesday, September 1, 2020

Agar Ginjal Sehat, Yuk Hindari 5 Kebiasaan Buruk Ini




 Assalamualaikum All,

Dibanding keluarga saya,  awalnya saya termasuk orang yang sedikit minum air putih. Saya lebih suka minum minuman berwarna seperti teh atau minuman kekinian seperti thai tea atau milk boba. Memang enak sih minuman kekinian, tapi karena kadar gulanya tinggi dan bisa bikin cepat gemuk. Timbangan saya pun akhirnya naik dan lingkar perut bertambah. Hehe. Tapi sekarang saya menyadari begitu pentingnya minum air putih untuk kesehatan. Terutama kesehatan ginjal.

Papa mertua saya dulu pernah sakit  batu ginjal dan akhirnya harus dirawat di rumah sakit dan akhirnya dioperasi. Orang tua seiring bertambahnya umur memang lebih rentan kena penyakit. Nah kita sebagai generasi muda justru harus mencegah segala penyakit.

 Berikut 5 kebiasaan buruk yang harus kita hindari agar ginjal kita tetap sehat:

1.    1.   Kurang minum air.

Kita tidak perlu minum delapan gelas air penuh untuk menjaga ginjal bekerja dengan baik. Minimal minum empat hingga enam gelas air sehari, ginjal akan tetap sehat. Tetapi, minum hanya satu atau dua cangkir sehari bisa membahayakan ginjal karena terganggunya kadar natrium. Tubuh yang dehidrasi juga sulit menjaga kestabilan tekanan darah.


2. Terlalu banyak konsumsi Junk Food.

Sebagian besar makanan cepat saji tinggi kandungan natrium, yang buruk bagi jantung dan ginjal. Ketika kita berlebihan mengonsumsi garam, tubuh mengeluarkan antrium dan kalsium saat buang air kecil.  Jadi, sebelum mengonsumsi makanan olahan, cermati label komposisi yang tertera pada kemasan.

2.      3Merokok.

Riset tahun 2012 menemukan berhenti merokok selama 16 tahun atau lebih mengurangi risiko karsinoma sel ginjal (bentuk paling umum kanker ginjal pada orang dewasa) sebesar 40 persen. Merokok juga dapat merusak pembuluh darah, dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.

 

3.       4Terlalu sering mengonsumsi penghilang rasa sakit.

Jangan terlalu sering mengonsumi obat pereda nyeri. Obat anti inflamasi seperti ibuprofen dan aspirin dapat mengurangi aliran darah ke ginjal dan menyebabkan jaringan parut di organ tersebut. Waspadai juga obat-obatan herbal yang tidak diketahui kandungannya. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsinya, apalagi dalam jangka panjang.



5. Memiliki Berat Badan Berlebih

Kelebihan berat badan dan pola makan tidak sehat membuat kita berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2, yang pada gilirannya juga dapat meningkatkan risko terkena penyakit ginjal. Dalam jangka panjang, masalah insulin yang dialami penderita diabetes tipe 1 dan tipe 2 dapat menyebabkan peradangan dan jaringan parut di ginjal. Bagi penderita diabetes harus memeriksakan fungsi ginjalnya dan air seni secara teratur.

Untuk ilmu tentang kesehatan dan infomasi tentang penyakit lainnnya bisa kita pelajari di platform terpercaya. Salah satu favorit saya adalah platform HaloDoc.com

Halodoc adalah platform berupa website dan aplikasi yang memberikan kesehatan lengkap dan terpercaya untuk memenuhi kebutuhan kesehatan kita. Yang saya suka fitur-fiturnya lengkap banget seperti mulai dari artikel          kesehatan, chat dokter, info rumah sakit, pembelian obat, dan juga ada halodoc private care Covid-19. 

Platform seperti ini bermanfaat banget disaat situasi pandemi seperti ini tentunya kalau tidak dalam situasi urgent kita tidak perlu datang ke rumah sakit. Selain itu sumbernya juga merupakan tenaga ahli terpercaya di bidang kesehatan. Ada yang sudah unduh aplikasi Halodoc juga? 

Yuk kita jaga terus kesehatan kita sedari dini agar hidup kita terbebas dari segala macam penyakit.

Semoga bermanfaat ya!

Salam, 


Inka 

 

 

Be First to Post Comment !
Post a Comment

Salam,

Salam,